Menlu Sugiono Beberkan Isi Pertemuan Prabowo-Macron, Jadwal Kunjungan ke Prancis Segera Disiapkan | Politik | INERSIA.TV
Politik
Menlu Sugiono Beberkan Isi Pertemuan Prabowo-Macron, Jadwal Kunjungan ke Prancis Segera Disiapkan
Presiden Prabowo Subianto diagendakan kembali berkunjung ke Prancis pada Mei mendatang. Rencana ini menindaklanjuti pertemuan empat mata dengan Presiden Emmanuel Macron yang membahas penguatan investasi, energi, dan transfer teknologi.
Menteri Luar Negeri RI, Sugiono (Foto: Jambiseru)
JAKARTA, inersia.tv – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, memastikan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan kembali melaksanakan kunjungan kenegaraan ke Prancis. Rencana keberangkatan ini diagendakan berlangsung pada bulan Mei mendatang untuk menindaklanjuti pertemuan sebelumnya dengan Presiden Emmanuel Macron.Kabar tersebut disampaikan langsung oleh Sugiono di Gedung Bina Graha, Jakarta Pusat, pada Rabu (22/4/2026). Ia membeberkan bahwa rencana kedatangan kepala negara ini sebenarnya sempat tertunda dari jadwal awal yang telah disusun oleh pemerintah."Tadinya kan kunjungan kenegaraan itu direncanakan tanggal 6 April kemarin, tapi tidak bisa terjadi," kata Sugiono.Pihak pemerintah saat ini sedang mencari waktu yang tepat untuk merealisasikan pertemuan tingkat tinggi tersebut. Sugiono memprediksi bahwa kunjungan ke Benua Biru itu akan dilaksanakan berdekatan dengan momen Idul Adha."Kemudian rencananya dicari waktu akhir bulan ini, mungkin ya sekitar setelah Idul Adha mungkin ya, sekitar akhir bulan ini rencananya," ungkapnya.Rencana ini selaras dengan kedekatan yang ditunjukkan oleh kedua pemimpin negara dalam pertemuan empat mata di Istana Élysée, Paris, Selasa (14/4/2026). Sekretaris Kabinet, Letkol Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa pembicaraan kedua tokoh tersebut memakan waktu yang cukup panjang."Pertemuan empat mata antara Presiden Prabowo dan Presiden Emmanuel Macron berlangsung selama lebih dari dua jam di Istana Élysée, Paris," kata Teddy.Kedua belah pihak secara intensif mendiskusikan berbagai peluang kolaborasi antarnegara yang menguntungkan. Sektor yang disoroti meliputi masalah investasi jangka panjang, komunikasi digital, hingga keamanan energi."Pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama di berbagai sektor, antara lain energi, pendidikan, komunikasi digital, serta investasi ekonomi jangka panjang," ucapnya.Menurut Sugiono, Presiden Prabowo sangat mengutamakan kolaborasi di sektor pertahanan melalui mekanisme transfer teknologi alat utama sistem persenjataan. Pembelian peranti tempur dari Prancis diharapkan dapat dibarengi dengan pembelajaran teknologi secara mendalam, khususnya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM)."Yang kemudian diturunkan di dalam keinginan untuk bekerja sama di bidang pendidikan, khususnya di sektor STEM sehingga terjadi apa yang disebut satu kerja sama beyond procurement kita tidak hanya sebatas membeli saja, tetapi juga melakukan transfer teknologi dan penguasaan teknologi dari barang-barang yang kita beli," ujarnya.Sugiono juga menambahkan bahwa diskusi hangat kedua pemimpin tersebut turut menyinggung tantangan global secara lebih spesifik."Kemudian pembicaraan juga menyangkut tentu saja, karena ini dirasakan di seluruh dunia, mengenai energi, juga pemanfaatan mineral kritis, pendidikan, dan ekonomi kreatif, infrastruktur dan transportasi," ujarnya.Relasi personal yang terbangun secara kuat antara Prabowo dan Macron diyakini menjadi pendorong utama kelancaran diplomasi ini. Keduanya diklaim memiliki kedekatan emosional sejak lama, bahkan jauh sebelum momentum pelantikan Prabowo sebagai presiden."Hubungan kedua pemimpin telah terjalin erat sejak Presiden Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan hingga saat ini," ungkap Teddy.Sugiono pun meyakini bahwa keakraban kedua tokoh tersebut merupakan keuntungan besar bagi stabilitas posisi Indonesia di kancah global."Dan seperti kita ketahui bersama bahwa hubungan pribadi antar kedua Presiden merupakan sesuatu yang sangat dekat, yang akan merupakan sebuah modal besar dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Prancis," ujarnya.