

Ilustrasi PMKS di Kota Bandung. (Foto: AI Generate/ Lendra Prasasti)
Bandung, Inersia TV – Masalah sosial di ibu kota Jawa Barat tak kunjung usai. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) bermunculan setiap hari, baik wajah lama maupun baru. Pemerintah kota pun bergerak cepat.
Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Yorisa Sativa, mengakui bahwa penjangkauan dilakukan secara massal, baik dari hulu maupun hilir. Target utamanya: 17 ruas jalan protokol yang juga menjadi program PAWAL.
"Hulunya adalah kita melakukan penjangkauan secara massal dan masif bersama dinas terkait. Kami menyisir jalan-jalan protokol, koordinasi sebulan sekali, plus event tertentu seperti Nataru," ujar Yoris.
Setiap kali penjangkauan, petugas membawa sekitar 90 hingga 100 orang ke kantor Dinsos untuk menjalani asesmen. Hasilnya, hanya 20 persen merupakan warga asli Kota Bandung. Sisanya, 80 persen, berasal dari luar daerah.
"Nah, kami lakukan asesmen. 20 persen warga Bandung, sisanya luar kota. Perlu koordinasi agar mereka bisa dikembalikan ke wilayahnya, dan terutama tidak kembali ke jalan lagi," tegasnya.
Himbauan untuk Masyarakat
Yoris mengimbau masyarakat agar tidak memberi uang langsung kepada PMKS di jalan. Ia menyarankan agar bantuan disalurkan melalui lembaga resmi yang legal.
"Mudah-mudahan kita tidak memberikan ruang kepada PPKS untuk mencari uang di jalan. Lebih baik disalurkan ke lembaga-lembaga yang legal," imbuhnya.
Yang menarik, hampir 70-80 persen dari mereka yang terjangkau adalah wajah-wajah baru. Dinsos pun terus berkoordinasi dengan dinas sosial di daerah asal untuk memulangkan mereka ke keluarga.
Angka Kembali Rendah
Yoris mengklaim bahwa tingkat PMKS yang kembali ke jalan sangat kecil, hanya di bawah 5 persen. Namun pihaknya tetap melakukan pembinaan mental, fisik, dan spiritual di rumah singgah.
"Yang kembali ke jalan itu angkanya rendah, cuma di bawah 5 persen. Tapi kita lakukan terus menerus. Di rumah singgah kami lakukan pembinaan bintasik (mental, fisik, spiritual)," ujarnya.
Bahkan, Dinsos berkoordinasi dengan TNI-AD untuk menempatkan beberapa PMKS di barak. Tujuannya memberi tekanan psikologis agar mereka jera dan tidak kembali mengemis di jalanan Bandung.
Sosial4 lokasi calon sekolah rakyat di Kota Bandung, paling potensial di Gedebage. Luas tak penuhi syarat minimal 5 hektare
3 Juni 2026
SosialPendataan ulang ormas di Bandung menyasar 240 organisasi. Pembinaan digenjot jelang Pilkada 2030
5 Juni 2026