INERSIA.TV
Sosial

Tak Punya Ongkos, Penjual Cilok Nekat Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis

Asep Kumala Seta (31) terpaksa mudik berjalan kaki sejauh ratusan kilometer karena himpitan ekonomi. Ia bahkan hanya berbekal berupa 50 butir cilok dan sebotol sirup.

Tak Punya Ongkos, Penjual Cilok Nekat Mudik Jalan Kaki dari Bandung ke Ciamis

Asep Kumala Seta (31) Memilih untuk Pergi Mudik Jalan Kaki dikarenakan Tidak Memiliki Biaya (Foto: Kompas.com)

M. Azfar
M. Azfar Alawwabi
Intern Writter
BANDUNG, Inersia.tv – Asep Kumala Seta (31) memilih cara yang tidak biasa untuk pulang ke kampung halamannya pada momen mudik Lebaran tahun ini. Pria yang sehari-hari berjualan cilok tersebut nekat berjalan kaki dari tempat perantauannya di Cibaduyut, Kota Bandung, menuju Sindangkasih, Kabupaten Ciamis.

Keputusan ekstrem ini terpaksa ia ambil lantaran himpitan ekonomi yang semakin mencekik menjelang hari raya. Asep mengaku pendapatannya menurun drastis sehingga ia tidak mampu menyisihkan uang untuk membeli tiket bus angkutan umum.

Setiap hari, ia dituntut menyetor uang sebesar Rp70.000 kepada pemilik usaha tempatnya bekerja. Kondisi tersebut membuat Asep sering kali hanya membawa pulang keuntungan bersih kurang dari Rp50.000 setelah lelah seharian berdagang.

Harapannya untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR) berupa uang tunai pun pupus. Ia mengaku hanya diberikan bingkisan berupa 50 butir cilok dan sebotol sirup dari sang bos sebagai bekal menyambut Idul Fitri.

Perjalanan darat yang penuh perjuangan ini telah ia mulai sejak Selasa (17/3/26) siang dengan berbekal pakaian secukupnya dan sisa barang dagangan. Sesekali ia mencoba menumpang truk logistik yang melintas searah untuk meringankan beban langkah kakinya.

Namun, upaya mencari tumpangan gratis tersebut tidak selalu berjalan mulus sesuai rencana awalnya. Saat berada di kawasan Nagreg, truk yang ia naiki ternyata justru berbelok ke arah Kadungora, Kabupaten Garut, sehingga ia harus turun dan berjalan kaki kembali menuju arah yang benar.

Untuk mengembalikan tenaga, Asep biasanya memanfaatkan masjid atau halaman depan pertokoan yang sudah tutup sebagai tempat beristirahat sementara. Ia menargetkan bisa tiba di pelukan keluarganya di Ciamis pada keesokan harinya jika perjalanannya terus berlanjut tanpa hambatan berarti.

Komentar ()

?

Anda harus login untuk menulis komentar.

BS

Budi Santoso

5 Mei 2023 pukul 10.30

Artikel yang sangat informatif. Saya jadi lebih memahami situasi ekonomi saat ini.

SR
Siti Rahayu
5 Mei 2023 pukul 11.15

Setuju, penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami.

AH

Ahmad Hidayat

5 Mei 2023 pukul 09.45

Saya rasa ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

Artikel Terkait

Iklan
Sidebar Advertisement