INERSIA.TV
Sosial

Gas Sempat Bocor 20 Menit, Ledakan SPBE di Bekasi Hancurkan Permukiman Warga

SPBE di Cimuning, Kota Bekasi, terbakar dan meledak usai mengalami kebocoran gas. Dentuman keras mirip bom tersebut merambat dengan cepat dan menghanguskan rumah warga sekitar.

Gas Sempat Bocor 20 Menit, Ledakan SPBE di Bekasi Hancurkan Permukiman Warga

Kebakaran dahsyat yang disebabkan oleh kebocoran gas saat proses pengisian tabung di SPBE Cimuning

M. Azfar
M. Azfar Alawwabi
Intern Writter
BEKASI, Inersia.tv – Sebuah insiden kebakaran dahsyat melanda Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di wilayah Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi. Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam tersebut berujung pada ledakan besar yang turut menghanguskan permukiman penduduk setempat.

Sebelum api berkobar hebat, aroma gas yang sangat tajam sudah lebih dulu tercium di udara. Salah seorang warga bernama Bayu (45) menuturkan bahwa kepulan asap putih terlihat tebal memenuhi area luar fasilitas.
"Tiba-tiba sudah ada gas (asap) di jalanan depan gerbang SPBE. Awalnya sedikit, terus langsung menyambar ke semua area, asap sudah merata ke mana-mana," kata Bayu.

Berdasarkan pengamatannya, insiden maut tersebut kemungkinan besar dipicu oleh kelalaian operasional. "Diduga terjadi kebocoran saat pengisian karena ditinggal. Ini bau gasnya menyengat," ujarnya.

Gas beracun tersebut menyebar dengan cepat dan menyelimuti lokasi selama kurang lebih 20 menit. Tidak lama kemudian, sebuah dentuman keras langsung memecah kepanikan masyarakat pada malam itu.
"Sekitar jam 21.00 mulai terjadi ledakan dan langsung menyebar ke mana-mana," kata dia.

Kekuatan ledakan seketika membuat warga sekitar histeris dan berlarian menyelamatkan nyawa mereka masing-masing. Warga lain bernama Ahmad (49) menggambarkan suara guncangan tersebut sangat mengerikan.
"Ledakannya seperti bom," ujar Ahmad.

Masyarakat sebenarnya sudah menyadari adanya titik api di dalam gudang sebelum ledakan terbesar terjadi. Namun, warga setempat tidak bisa berbuat banyak karena dilarang mendekati pusat area berbahaya tersebut.
"Kami tidak boleh mendekat. Katanya dari isian gas," ujar Ahmad.

Kengerian serupa ikut dirasakan oleh Fitri (29), seorang pengendara motor yang sedang melintas di dekat gudang elpiji. Perjalanannya mendadak dihentikan oleh warga lain yang berusaha mencegah jatuhnya korban jiwa.
"Disuruh putar balik sama orang, gas bocor mau meledak," ucap Fitri.

Peringatan warga terbukti benar karena dentuman keras langsung menyusul tidak lama setelah ia memutar arah. "Baru putar balik, langsung meledak," tambahnya.

Rambatan dari fasilitas pengisian gas tersebut bahkan membuat tanah di sekitarnya terasa bergetar hebat. "[Rasanya] kayak gempa kecil," tutur Fitri.

Api dari ledakan tersebut dengan cepat merambat sejauh ratusan meter dan langsung melalap rumah-rumah warga. Situasi penanganan menjadi semakin sulit karena seluruh aliran listrik di lokasi terpaksa dipadamkan.
Sejumlah armada pemadam kebakaran langsung diterjunkan ke titik lokasi untuk menekan amukan si jago merah. Para petugas berjibaku tanpa henti agar rambatan api tidak terus meluas ke sisa permukiman warga lainnya.

Komentar ()

?

Anda harus login untuk menulis komentar.

BS

Budi Santoso

5 Mei 2023 pukul 10.30

Artikel yang sangat informatif. Saya jadi lebih memahami situasi ekonomi saat ini.

SR
Siti Rahayu
5 Mei 2023 pukul 11.15

Setuju, penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami.

AH

Ahmad Hidayat

5 Mei 2023 pukul 09.45

Saya rasa ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

Artikel Terkait

Iklan
Sidebar Advertisement