
Sosial
Alfamart dan Zwitsal Lanjutkan Program “Sahabat Posyandu” di 34 Kabupaten/Kota
Dukungan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak Lewat Kolaborasi Swasta dan Masyarakat

Program “Alfamart Sahabat Posyandu” yang dilaksanakan di halaman Alfamart Bandasari, Kabupaten Bandung, sebagai upaya mendukung kesehatan ibu dan anak melalui layanan dasar serta edukasi perawatan kulit bayi.
Lendra
Lendra Prasasti
Pimpinan Redaksi
Kota Bandung – Untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak, Alfamart bersama Zwitsal kembali melanjutkan program tanggung jawab sosial bertajuk “Alfamart Sahabat Posyandu” di 34 kabupaten/kota di Indonesia.Program ini memberikan layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak, seperti pengukuran tinggi dan berat badan, pemberian vitamin, imunisasi, serta pemeriksaan kesehatan kulit bayi. Selain itu, juga dilakukan distribusi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi anak-anak guna mendukung pemenuhan gizi.Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Alfamart, Zwitsal, kader posyandu, dan dinas kesehatan setempat. Salah satu kegiatan terbaru digelar di halaman Alfamart Bandasari, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung, dan diikuti oleh para ibu beserta anak-anak mereka.Kegiatan berlangsung rutin setiap bulan sejak program ini pertama kali diluncurkan pada tahun 2023, dan terus berlanjut, termasuk pada September 2025 dengan target menjangkau lebih dari 3.400 ibu dan anak.Menurut Corporate Communications General Manager Alfamart, Rani Wijaya, program ini bertujuan membawa layanan kesehatan lebih dekat ke masyarakat dan meningkatkan pemahaman terkait gizi serta perawatan anak.“Kami ingin memastikan edukasi gizi dan pelayanan kesehatan dasar bisa lebih mudah diakses oleh keluarga,” ujar Rani, Selasa (30/9/2025).
Sementara itu, Senior Brand Manager Zwitsal, Niken Kinanti Suryanto, menjelaskan bahwa Zwitsal turut menghadirkan program Analisis Kulit Si Kecil (AKSI) dalam kegiatan ini. Program tersebut memberikan edukasi kepada ibu tentang pentingnya merawat kulit bayi, terutama dalam masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).Zwitsal memberikan panduan empat langkah pemeriksaan kulit bayi, seperti memeriksa ruam, tekstur kulit, luka, dan respons tangisan bayi.“Selama lebih dari 50 tahun, Zwitsal berkomitmen mendampingi ibu melalui produk yang teruji hypoallergenic. Kampanye AKSI hadir untuk mendukung ibu lebih peduli terhadap kesehatan kulit si kecil,” jelas Niken.Salah satu peserta, Sindi (23), mengungkapkan bahwa kegiatan posyandu kali ini terasa berbeda karena diikuti banyak peserta dan dilengkapi dengan edukasi mengenai pola hidup sehat.“Kami diingatkan untuk menjaga kebersihan di rumah karena kesehatan anak juga dipengaruhi oleh anggota keluarga lainnya,” ungkapnya.Dukungan juga datang dari Lurah Cisaranten Endah, Itang Mubarok, yang menilai bahwa program ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam penanganan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.“Kolaborasi ini sangat dibutuhkan. Keterlibatan berbagai pihak dapat mempercepat penanganan masalah kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Senior Brand Manager Zwitsal, Niken Kinanti Suryanto, menjelaskan bahwa Zwitsal turut menghadirkan program Analisis Kulit Si Kecil (AKSI) dalam kegiatan ini. Program tersebut memberikan edukasi kepada ibu tentang pentingnya merawat kulit bayi, terutama dalam masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).Zwitsal memberikan panduan empat langkah pemeriksaan kulit bayi, seperti memeriksa ruam, tekstur kulit, luka, dan respons tangisan bayi.“Selama lebih dari 50 tahun, Zwitsal berkomitmen mendampingi ibu melalui produk yang teruji hypoallergenic. Kampanye AKSI hadir untuk mendukung ibu lebih peduli terhadap kesehatan kulit si kecil,” jelas Niken.Salah satu peserta, Sindi (23), mengungkapkan bahwa kegiatan posyandu kali ini terasa berbeda karena diikuti banyak peserta dan dilengkapi dengan edukasi mengenai pola hidup sehat.“Kami diingatkan untuk menjaga kebersihan di rumah karena kesehatan anak juga dipengaruhi oleh anggota keluarga lainnya,” ungkapnya.Dukungan juga datang dari Lurah Cisaranten Endah, Itang Mubarok, yang menilai bahwa program ini sejalan dengan agenda pemerintah dalam penanganan stunting dan peningkatan kesehatan ibu dan anak.“Kolaborasi ini sangat dibutuhkan. Keterlibatan berbagai pihak dapat mempercepat penanganan masalah kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Baca Berita Lainnya
EkonomiPKB Kota Bandung Hormati Proses Hukum Terkait Penetapan Erwin sebagai Tersangka
PKB Menegaskan Pentingnya Asas Praduga Tak Bersalah dan Siap Memberikan Pendampingan Hukum, Termasuk Praperadilan
11 Desember 2025
EkonomiWali Kota Bandung Farhan Akui Sedih atas Penetapan Erwin sebagai Tersangka, Pastikan Pemerintahan Tetap Berjalan Normal
Farhan Menegaskan Pemkot Bandung Tetap Fokus Menjaga Layanan Publik Di Tengah Proses Hukum Yang Menjerat Wakilnya
11 Desember 2025Komentar ()
?
Anda harus login untuk menulis komentar.
BS
Budi Santoso
5 Mei 2023 pukul 10.30Artikel yang sangat informatif. Saya jadi lebih memahami situasi ekonomi saat ini.
SR
Siti Rahayu
5 Mei 2023 pukul 11.15Setuju, penjelasannya sangat jelas dan mudah dipahami.
AH
Ahmad Hidayat
5 Mei 2023 pukul 09.45Saya rasa ada beberapa poin yang perlu diklarifikasi lebih lanjut, terutama mengenai dampak jangka panjang dari kebijakan ini.
Artikel Terkait
Trending

Iklan
Sidebar Advertisement
